Utama Mana, Bayar Hutang atau Sedekah Dahulu ?

By | November 5, 2020
bayar hutang atau sedekah

Sedekah sangat dianjurkan dalam Islam sebab termasuk dalam amalan sunah yang berpahala. Sementara membayar hutang adalah wajib saat sudah memiliki kecukupan harta sejumlah sebesar yang dihutang. Lalu bila seseorang masih punya hutang, bolehkah ia bersedekah? Mana yang didahulukan, bayar hutang atau sedekah?

Allah berfirman dalam Qur’an surat Al An’am ayat 160 : “Barangsiapa membawa amal yang baik, Maka untuknya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat Maka ia tak diberi pembalasan selain seimbang dengan kejahatannya, sedangkan mereka sama sekali tak akan dirugikan“. Begitu besar pahala bagi orang Islam yang mau dengan ikhlas bersedekah.

Baca baca : jasa penagihan hutang dari pengacaraindonesia.com

Namun dalam Islam pun sangat ditekankan untuk mempercepat pembayaran hutang, baik pada saat jatuh tempo atau bila diberi kelonggaran oleh pemberi pinjaman. Hukum membayar hutang adalah wajib sementara memberi sedekah hukumnya sunah. Seseorang yang masih punya hutang namun ingin bersedekah sebaiknya mendahulukan yang wajib yaitu melunasi hutangnya.

Dalam sebuah hadis shahih dari Imam Bukhari, Nabi SAW bersabda ” “Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya serta ia terhindar dari tiga perkara yaitu sombong, ghulul (khianat), dan hutang, tentu ia akan masuk surga.” Kemudian Ibnu Majah meriwayatkan : dari Ibnu ‘Umar, Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih mempunyai hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang itu akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) sebab di akhirat tak ada lagi dinar dan dirham.” Melengkapi pentingnya membayar hutang adalah hadis shahih yang diriwayatkan Tirmidzi : dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda, “Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya sampai ia membayarnya.”

Berdasarkan beberapa hadist Nabi SAW tadi maka sudah gamblang, hendaknya setiap muslim mengerjakan amalan wajib lebih dulu baru selanjutnya mengerjakan amalan sunah. Itu artinya melunasi hutang lebih dulu baru setelah hutangnya lunas, silahkan mengeluarkan sedekah. Bersedekah saat masih memiliki hutang tidak boleh dilakukan sebab akan berdampak buruk padanya karena ia masih memiliki tanggungan hutang yang wajib dibayar sebelum mati.

Namun sejumlah situasi memungkinkan bagi seseorang untuk membayar hutang dan bersedekah bersama-sama. Sedekah tetap diperkenankan atau boleh dilakukan dan mendapat pahala besar meskipun seseorang masih punya hutang hanya bila berada pada beberapa kondisi berikut ini :

  1. Dana untuk sedekah memang tak akan berdampak pada pelunasan hutang yang wajib dilaksanakan. Meski mengeluarkan sedekah namun keharusan membayar hutang tetap dilakukan. Sehingga pastinya sedekah itu tetap akan mendapatkan pahala serta hutang yang dibayarkan merupakan kebaikan untuknya.
  2. Dana yang dipunyai untuk melunasi hutang bersifat tetap atau dibayarkan dalam rentang waktu tertentu dimana tiap bulannya seseorang masih mampu menyisihkan sejumlah uang untuk keperluan sedekah meskipun ia masih punya hutang. Umpamanya hutang KPR, kredit motor dan lain-lain yang berjangka waktu tertentu.
  3. Pelunasan hutang bersifat luwes dimana seseorang masih dapat mengeluarkan sedekah meskipun jumlahnya hanya sedikit. Untuk itu sedekah tetap dapat dilakukan sementara pelunasan hutang juga tak memberatkannya.

Oleh karena itu dapat ditarik kesimpulan jika sebagai seorang muslim kita mesti mengutamakan hal wajib sebelum melaksanakan amalan sunah. Kita wajib menuntaskan berbagai masalah hutang lebih dulu sebelum memberikan sedekah kepada orang lain. Bayar hutang atau sedekah maka jawabnya adalah melunasi hutang!.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *